Selasa, 02 November 2010

The Real Hard Rock Party, Borneo Hard Rock Festival.

BORNEO HARD ROCK FESTIVAL bermula dari ide untuk menunjukkan keberadaan mahasiswa FKIP (ESA) kepada fakultas lain dalam Universitas Tanjungpura..(pada waktu itu mahasiswa FKIP sering tidak "dianggap" bahkan sering dibilang "Orang Kampung" dalam yel-yel Fakultas lain). BORNEO HARD ROCK FESTIVAL pertama juga sebagai pembuktian bahwa kita juga mampu melaksanakan event-event serupa seperti event-event kebanggaan fakultas yg lainnya (Musik Kampus milik fakultas teknik, Oikosnomos milik fakultas ekonomi, Pro-Justitia milik fakultas hukum), meskipun pada waktu itu 1991-1992 untuk menyelenggarakan BORNEO HARD ROCK FESTIVAL terpaksa harus mencari pinjaman dana selain mengajukan proposal kegiatan kemana-mana. Dan Alhamdulillah BORNEO HARD ROCK FESTIVAL pertama sukses terlaksana dan dilanjutkan oleh angkatan-angkatan berikutnya dan semakin lebih baik lagi. Dan tahun ini adalah BORNEO HARD ROCK FESTIVAL yg ke 16. Semoga BORNEO HARD ROCK FESTIVAL tahun ini seperti sebelum2nya dan lebih baik. "Hard as Rock, Heavy as Metal".


The Chronicles of Borneo Hard Rock Festival:

BORNEO HARD ROCK FESTIVAL pertama kali dilaksanakan pada tanggal 21-22 Desember 1994 yang diketuai oleh Abdullah Thahir, merupakan motivasi awal untuk menggebrak festival musik di Kalimantan Barat, dengan jumlah penonton pada babak penyisihan ±200 orang dan pada bbak final mencapai ±400 orang.

Lalu pada BORNEO HARD ROCK FESTIVAL II pada tahun 1995 yang diketuai oleh Achmad Muharam untuk pertama kalinya pegelaran ini disponsori oleh P.T H.M Sampoerna. BORNEO HARD ROCK FESTIVAL tidak selalu berjalan mulus seperti pada tahun 1996 cuaca hujan yang tidak henti-hentinya menyebabkan penurunan pada jumlah penonton yaitu ±100 orang pada penyisihan dan ±500 orang pada final, tetapi kejadian ini tidak menyurutkan langkah ESA organizing untuk meningkatkan kualitas BORNEO HARD ROCK FESTIVAL.

Dibuktikan pada tahun 1997 yang diketuai oleh Asep Mulyadi. BORNEO HARD ROCK FESTIVAL dilakukan pada bulan Oktober, dengan mengadakan peningkatan kualitas berupa perubahan lagu-lagu wajib yang lebih sulit dari BORNEO HARD ROCK FESTIVAL sebelumnya sehingga hanya diikuti oleh 19 peserta dan sebaliknya pada tahun 1998 BORNEO HARD ROCK FESTIVAL yang disponsori oleh P.T. H.M Sampoerna. Muhammad Ali sebagai ketua BORNEO HARD ROCK FESTIVAL V ini belajar dari BORNEO HARD ROCK FESTIVAL sebelumnya sehingga peserta meningkat menjadi 54 peserta dan masih menjadi rekor tersendiri bagi pagelaran BORNEO HARD ROCK FESTIVAL.

pada tahun 1999 rekor kembali tercipta dengan jumlah penonton yang membeludak hingga 600 orang pada babak pnyisihan dan 1200 orang pada babak final BORNEO HARD ROCK FESTIVAL VI yang diketuai oleh Jaka Mulyana sehingga memiliki rekor tersendiri dengan antusiasme penonton.

Kembali kendala menghantam pagelaran BORNEO HARD ROCK FESTIVAL yang dilaksanakan pada tahun 2000. dengan diketuai oleh Dwiyanto Tri Gusnadi dan jumlah peserta yang hanya 12 grup band, pagelaran ini terlihat dipaksakan mengingat keadan kota yang dilanda kerusuhan, sedangkan pada saat itu di Universitas Tanjungpura terjadi insiden penyerbuan oleh oknum-oknum yang kontra dengan aksi demo mahasiswa Universitas Tanjungpura. Namun BORNEO HARD ROCK FESTIVAL VII tetap di sponsori oleh P.T. H.M. Sampoerna.

Pada tahun 2001 P.T. H.M. Sampoerna tidak dapat mensponsori kegiatan ini dikarenakan adanya perubahan manajemen di tingkat Sampoerna Mild, maka BORNEO HARD ROCK FESTIVAL VIII yang diketuai oleh S. Martinus Gilang, disponsori oleh P.T Bentoel Star Mild.

Hal ini tidak berlangsung lama pada BORNEO HARD ROCK FESTIVAL IX tahun 2003 dengan kembali diketuai oleh S. Martinus Gilang mendapat dukungan penuh dari P.T H.M Sampoerna, namun pada pelaksanaannya terjadi penundaan selama setahun, karena terjadi masalah internal antara pihak akademis kampus terhadap legalitas pagelaran.permasalahan dapat diatasi dan BORNEO HARD ROCK FESTIVAL dapat kembali digelar dengan dukungan penuh dari pihak akademis.

Ide-ide brilian selalu muncul pada persiapan BORNEO HARD ROCK FESTIVAL seperti halnya Satu Dasawarsa BORNEO HARD ROCK FESTIVAL yang diselenggarakan pada tahun 2004 pada awalnya mengusung empat event besar yaitu Workshop, Eksibisi, Live in Concert, dan BORNEO HARD ROCK FESTIVAL itu sendiri tetapi, karena kurangnya dukungan dari sponsor maka hanya BORNEO HARD ROCK FESTIVAL yang sukses digelar pada Satu Dasawarsa BORNEO HARD ROCK FESTIVAL dan diketuai oleh Amellia yang merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi ketua BORNEO HARD ROCK FESTIVAL selama satu dasawarsa digelarnya BORNEO HARD ROCK FESTIVAL. Diikuti oleh 15 grup band dengan jumlah penonton pada babak penyisihan sebanyak 600 orang dan 1000 orang pada babak final.
Diketuai oleh Hasanudin Sebelas Tahun BORNEO HARD ROCK FESTIVAL pada tahun 2005 diikuti oleh 30 grup band dan dilaksanakan pada bulan Oktober mampu menyedot 500 orang pada babak penyisihan dan 1000 orang pada babak final.

Perubahan pada lighting dan sound bertaraf konser mampu membuat BORNEO HARD ROCK FESTIVAL XII yang diketuai oleh Adrianus ini mampu memukau perhatian lebih dari seribu penonton. Perubahan terus dilakukan begitu juga pada BORNEO HARD ROCK FESTIVAL XIII, diketuai oleh Boris Pasaribu beberapa perubahan sangat jelas terlihat pada dekor panggung dan publikasi, dan untuk pertama kalinya BORNEO HARD ROCK FESTIVAL ditampilkan di saluran televisi lokal.

Keberadaan BORNEO HARD ROCK FESTIVAL di Kalimantan Barat semakin diperkuat saat pagelaran BORNEO HARD ROCK FESTIVAL XIV berlangsung. Dengan keikutsertaan seorang siswa SD dari Senakin membuktikan bahwa BORNEO HARD ROCK FESTIVAL tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan orang dewasa saja tapi bagi semua kalangan yang ingin berpartisipasi tanpa mengenal batas umur. Diketuai oleh Muhammad Syaiful, BORNEO HARD ROCK FESTIVAL XIV diikuti oleh 28 peserta berkualifikasi sehingga menarik apresiasi masyarakat dengan 500 penonton di babak penyisihan dan 900 penonton di babak final.

BORNEO HARD ROCK FESTIVAL kemudian terselenggara pada tahun ke 15 yang diikuti oleh 38 band dari seluruh penjuru Kalimantan Barat yg berasal dari berbagai kalangan masyarakat. BORNEO HARD ROCK FESTIVAL XV yg diketuai oleh Muhammad Rezha Sudiar ini disambut baik oleh para pecinta musik dan masyarakat Kalimantan Barat. Walaupun terkendala cuaca pada saat malam penyisihan festival musik ini tetap berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh masyarakat. Antusiasme dan apresiasi mereka terbukti dengan membludaknya penonton pada malam final hinga mencapai 1000 orang.

Dan kini pada umur ke 16 pada tahun 2010 festival musik ini kembali hadir dengan pagelaran BORNEO HARD ROCK FESTIVAL XVI 2010. Rockin' You All Around The World...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar